Sebenarnya, ini posting yang tidak penting.
Karena saya merasa tidak banyak orang penasaran juga dengan profil saya, mengingat saya hanya seorang blogger yang suka publikasi tulisan, bukan publikasi kehidupan pribadi (serasa artis banget gitu loh…)
Tetapi kalau ada yang ingin baca ya berarti saya harus berterima kasih karena masih ada yang ingin mengenal saya, dan kita akan menjadi teman serta memiliki bahan pembicaraan jika kita ngobrol nantinya :)
Nama
Sebut saja Femi, atau Fekhi (Femikhirana, ini yang sesuai akta kelahiran).
Ada juga yang manggil saya Mimi (biasanya keluarga saya atau teman-teman lama yang pernah dekat dengan saya). Dulu pernah saking bosennya dipanggil Femi, saya pernah minta beberapa teman untuk manggil penggalan dari kata ‘khirana’, Khi…atau Ki (bisa juga Kiki). Dan ternyata sampai hari ini ada satu temen saya yang masih ingat dan demen manggil saya dengan nama tengah saya itu hahaha…
Arti nama??? Sebenarnya ortu saya ngasih nama tidak bermaksud mengartikan sesuatu. Kebetulan saja rangkaian nama yang sebenarnya hanya dari penggalan kata Februari (diambil Fe), Minggu (diambil Mi), Akhir bulan (diambil dan disingkat jadi Khiran) ditambah aksara A biar lebih enak bacanya (digabung semua jadi Femikhirana) akhirnya punya arti ‘wanita yang bersinar’. Saya juga baru tahu waktu SMA, kata guru Bahasa Indonesia, kata khirana itu bermakna tersirat adalah sinar atau cahaya. Ya sutralah kalau memang begitu, mungkin kejadiannya seperti kebetulan, tetapi saya yakin nama itu tidak kebetulan begitu saja saya sandang :)
Lahir – Masa Kecil – Besar – Sekolah – Kerja
Ini biodata yang juga tidak terlalu penting. Jadi saya berusaha singkat-singkat aja nulisnya biar tidak bosan.
Lahir di Surabaya, tahun kabisat 1976. Lagi-lagi satu keanehan sedikit dari hidup saya. Dari beribu-ribu bayi yang ada, sekian persen lahir di tanggal 29 Februari, dan saya adalah sekian persennya !
Kecil saya beberapa kali pindah-pindah, dari sekadar numpang lahir di Surabaya, terus ke Palembang, lalu tinggal cukup lama di Jakarta sampai akhirnya saya besar di Palembang.
Riwayat sekolah, SD Xaverius 5 tamatan tahun 1987 (seterusnya hitung sendiri ya, pokoknya belum pernah tinggal kelas dan lompat kelas hehehe), SMA Xaverius Maria, SMA Xaverius 1, Universitas Negeri Sriwijaya Fakultas Ekonomi Management (konsentrasi Marketing Management), Diploma Satu Program Komputer di MDP. Hanya pernah kursus Inggris saja yang formal dan dirasakan manfaatnya. Kursus lain hanya iseng untuk ngisi waktu luang tatkala saya masih kerja dan ngekos, daripada pulang kerja bengong, ya akhirnya saya pernah terdampar di Kursus Ekspor Impor, juga Kursus bahasa Mandarin. Kursus Mandarin yang terakhir itu saya anggap lulus setelah saya mampu menulis surat sederhana dengan aksara kanji dan saya kirim ke orang tua saya. Mereka terharu juga waktu itu hahaha… Tapi sekarang sih… kata Mama saya jauh dari lulus hehehehe…
Kerja, kegiatan yang sekarang terus dilakukan untuk menyambung hidup. Riwayat kerja dengan orang tidak terlalu panjang, karena sejak tahun 2003 saya sudah mencoba berusaha sendiri seperti yang cocok untuk jiwa saya saat ini.
Awal pekerjaan saya persis setelah lulus kuliah adalah sebagai Kepala Admin Jaringan salah satu STMIK di Palembang sekaligus dosen Management, hanya berlangsung satu semester akibat konflik dari investor yang menyebabkan saya juga lebih baik mundur karena saya juga dianggap terlalu berpihak dengan investor yang mengundurkan diri. Lalu saya berniat ke Jakarta untuk lebih serius berkarier.
Saya pernah jadi marketing divisi untuk ekspor di manufaktur pembuatan CD case wallet, setelah itu marketing dari manufaktur plastik lumayan ternama di Indonesia (tetapi hanya satu bulan hahaha… karena terlanjur dapat panggilan yang lebih menarik), dan yang menjadi pekerjaan professional saya yang terakhir, sebagai Retail Marketing Manager di salah satu authorized distributor untuk beberapa ponsel (Motorola, Sony Ericsson, Siemens) sampai terakhir jadi Asisten GM untuk divisi distribusi ponsel Siemens. Lalu saya tinggalkan semua, demi jadi komisaris buat diri sendiri hahaha…
Saat ini saya bekerja di bidang advertising, kerja sendiri. Saya juga trading valuta asing sendiri. Pokoknya yang kerja sendiri saya lakoni saja, mengingat saya dan suami saya tipe orang rumahan yang lebih senang kerja di rumah sambil melihat perkembangan anak yang baru satu, bahkan membawa anak bekerja kalau harus melobi di luar.
Menulis sebagai Jalan Spiritualitas Saya
Sejak kecil memang sepertinya saya sudah keranjingan nulis. Saya ingat waktu baru bisa menulis beberapa huruf saja, saya sudah coret-coret kertas menuliskan huruf cacing yang saya anggap ada artinya, lalu saya ceritakan kepada Mama saya. Kala itu Mama saya rasanya lucu-lucu saja mendengar imajinasi saya tidak nyambung dengan tulisan saya di kertas. Dan memang setelah beberapa hari jika saya melihat kertas coretan itu lagi, saya sendiri lupa cerita apa di balik tulisan tak bermakna itu hahahaha…
Lalu sejak mengenal mesin ketik apalagi! Papa saja tidak dapat jatah mengetik, karena sejak saya bisa mengetik walaupun hanya sebelas jari, semua kerjaan Papa saya yang ketik. Mengetik sederhana, tapi saya senang saja karena anggap membantu orang tua. Dan juga saya mulai ketik-ketik iseng saja yang ada di pikiran saya. Kebanyakan fiksi, dan setelah saya terjun untuk mengurus Majalah Sekolah waktu SMP dan juga Majalah untuk Gereja, baru saya juga memulai tulisan non fiksi.
Sempat mandek dan vakum beberapa kali saya dalam kegiatan menulis. Walaupun sempat magang waktu liburan kuliah di salah satu media massa lokal, karena saya menguji diri apakah saya memang berniat menjadi jurnalis atau wartawan, tetap tidak membuat saya bersemangat kembali menekuni dunia penulisan. Mungkin kala itu saya lebih berminat untuk terjun sebagai professional atau business woman saja daripada harus menjadi penulis. Saya tetap menulis sekal-sekali tetapi hanya saya simpan untuk diri sendiri, tidak di-publish walaupun ada blog yang sudah merajalela saat itu. Membaca tulisan teman-teman di blog masih tetap tidak menggerakkan saya untuk menulis lebih jauh. Blog saya jadinya hanya kumpulan copy paste artikel yang sebenarnya belum tentu saya baca secara pribadi. Hanya meramaikan kancah blogger saja, walaupun sebenarnya saya malu menampilkan tulisan orang lain secara kapasitas saya sebenarnya bisa posting tulisan sendiri tetapi entah… karena kesibukan dan kemalasan menyebabkan saya tidak ingin terjun lebih dalam.
Mungkin sebenarnya sudah jalan Tuhan yang membimbing saya kembali menekuni penulisan lagi. Tahun 2009 awal ini adalah tahun terberat yang bisa saya katakan sekarang karena dunia usaha sedang meredup. Saya memiliki waktu senggang dan pikiran yang semakin harus ditumpahkan. Tahun 2009 ini juga hubungan saya dengan Tuhan kembali dipulihkan setelah sekian lama hambar walaupun saya tetap berusaha menjalankan perintah-Nya. Sejak itu entah rasanya banyak sekali sukacita yang harus saya ungkapkan. Saya tidak bisa menggambar, untuk berbicara juga medianya tidak luas, untuk menyanyi (saya juga suka menyanyi) juga saya tidak memiliki komunitas khusus untuk menyampaikan luapan hati saya yang bersukahati.
Saya akhirnya dibimbing kembali untuk menulis apa yang ada dalam pikiran saya. Akhirnya saya menyadari kegiatan menulis ini adalah jalan spiritualitas yang cocok untuk saya, di mana saya dapat berdoa bahkan berbicara dengan Tuhan tatkala tangan ada di atas keyboard. Banyak sekali pemahaman dari Tuhan yang diturunkan langsung ke pikiran saya yang tidak pernah saya duga sebelumnya yang menguatkan saya secara personal. Jadi sebagian penulisan non fiksi yang saya uraikan semua adalah apa yang sedang saya alami dan saya terjemahkan dalam bentuk tulisan. Dan itu sangat melegakan, saya seolah-olah kembali ke rumah. Bahkan ada teman penulis yang mengatakan, “Baguslah, kamu sudah bertobat,” hahahaha… Maksudnya kembali ke dunia yang memang seharusnya saya dalami lebih sungguh-sungguh.
Tujuan Blog Hasil Tulisan Saya
Saya tidak punya tujuan khusus. Hanya menyampaikan apa yang ada di relung hati, di pikiran. Kesenangan, kemalasan, kemarahan, mudah-mudahan hanya sampai sana saja, tidak sampai mengusung kebencian dan kegeraman orang.
Tulisan saya semoga saja bisa menjadi berkat bagi yang membaca. Tidak ada niat khusus untuk menyandang predikat PENULIS. Biar semua mengalir dan supaya tidak ada beban untuk lebih menjadi kreatif.
Saya mungkin lebih senang menulis hal-hal yang terjadi sehari-hari, dan juga mengajak manusia untuk berkaca diri dari tulisan. Isi dan cerita pada tulisan saya terkadang sudah dapat ditebak, tetapi makna tulisan itu sendiri terdapat dalam alur dan plot. Mudah-mudahan semua tulisan yang tertera memang bermakna dan bukan hanya sekadar susunan kata-kata.
Tetapi kalau ada yang ingin baca ya berarti saya harus berterima kasih karena masih ada yang ingin mengenal saya, dan kita akan menjadi teman serta memiliki bahan pembicaraan jika kita ngobrol nantinya :)
Nama
Sebut saja Femi, atau Fekhi (Femikhirana, ini yang sesuai akta kelahiran).
Ada juga yang manggil saya Mimi (biasanya keluarga saya atau teman-teman lama yang pernah dekat dengan saya). Dulu pernah saking bosennya dipanggil Femi, saya pernah minta beberapa teman untuk manggil penggalan dari kata ‘khirana’, Khi…atau Ki (bisa juga Kiki). Dan ternyata sampai hari ini ada satu temen saya yang masih ingat dan demen manggil saya dengan nama tengah saya itu hahaha…
Arti nama??? Sebenarnya ortu saya ngasih nama tidak bermaksud mengartikan sesuatu. Kebetulan saja rangkaian nama yang sebenarnya hanya dari penggalan kata Februari (diambil Fe), Minggu (diambil Mi), Akhir bulan (diambil dan disingkat jadi Khiran) ditambah aksara A biar lebih enak bacanya (digabung semua jadi Femikhirana) akhirnya punya arti ‘wanita yang bersinar’. Saya juga baru tahu waktu SMA, kata guru Bahasa Indonesia, kata khirana itu bermakna tersirat adalah sinar atau cahaya. Ya sutralah kalau memang begitu, mungkin kejadiannya seperti kebetulan, tetapi saya yakin nama itu tidak kebetulan begitu saja saya sandang :)
Lahir – Masa Kecil – Besar – Sekolah – Kerja
Ini biodata yang juga tidak terlalu penting. Jadi saya berusaha singkat-singkat aja nulisnya biar tidak bosan.
Lahir di Surabaya, tahun kabisat 1976. Lagi-lagi satu keanehan sedikit dari hidup saya. Dari beribu-ribu bayi yang ada, sekian persen lahir di tanggal 29 Februari, dan saya adalah sekian persennya !
Kecil saya beberapa kali pindah-pindah, dari sekadar numpang lahir di Surabaya, terus ke Palembang, lalu tinggal cukup lama di Jakarta sampai akhirnya saya besar di Palembang.
Riwayat sekolah, SD Xaverius 5 tamatan tahun 1987 (seterusnya hitung sendiri ya, pokoknya belum pernah tinggal kelas dan lompat kelas hehehe), SMA Xaverius Maria, SMA Xaverius 1, Universitas Negeri Sriwijaya Fakultas Ekonomi Management (konsentrasi Marketing Management), Diploma Satu Program Komputer di MDP. Hanya pernah kursus Inggris saja yang formal dan dirasakan manfaatnya. Kursus lain hanya iseng untuk ngisi waktu luang tatkala saya masih kerja dan ngekos, daripada pulang kerja bengong, ya akhirnya saya pernah terdampar di Kursus Ekspor Impor, juga Kursus bahasa Mandarin. Kursus Mandarin yang terakhir itu saya anggap lulus setelah saya mampu menulis surat sederhana dengan aksara kanji dan saya kirim ke orang tua saya. Mereka terharu juga waktu itu hahaha… Tapi sekarang sih… kata Mama saya jauh dari lulus hehehehe…
Kerja, kegiatan yang sekarang terus dilakukan untuk menyambung hidup. Riwayat kerja dengan orang tidak terlalu panjang, karena sejak tahun 2003 saya sudah mencoba berusaha sendiri seperti yang cocok untuk jiwa saya saat ini.
Awal pekerjaan saya persis setelah lulus kuliah adalah sebagai Kepala Admin Jaringan salah satu STMIK di Palembang sekaligus dosen Management, hanya berlangsung satu semester akibat konflik dari investor yang menyebabkan saya juga lebih baik mundur karena saya juga dianggap terlalu berpihak dengan investor yang mengundurkan diri. Lalu saya berniat ke Jakarta untuk lebih serius berkarier.
Saya pernah jadi marketing divisi untuk ekspor di manufaktur pembuatan CD case wallet, setelah itu marketing dari manufaktur plastik lumayan ternama di Indonesia (tetapi hanya satu bulan hahaha… karena terlanjur dapat panggilan yang lebih menarik), dan yang menjadi pekerjaan professional saya yang terakhir, sebagai Retail Marketing Manager di salah satu authorized distributor untuk beberapa ponsel (Motorola, Sony Ericsson, Siemens) sampai terakhir jadi Asisten GM untuk divisi distribusi ponsel Siemens. Lalu saya tinggalkan semua, demi jadi komisaris buat diri sendiri hahaha…
Saat ini saya bekerja di bidang advertising, kerja sendiri. Saya juga trading valuta asing sendiri. Pokoknya yang kerja sendiri saya lakoni saja, mengingat saya dan suami saya tipe orang rumahan yang lebih senang kerja di rumah sambil melihat perkembangan anak yang baru satu, bahkan membawa anak bekerja kalau harus melobi di luar.
Menulis sebagai Jalan Spiritualitas Saya
Sejak kecil memang sepertinya saya sudah keranjingan nulis. Saya ingat waktu baru bisa menulis beberapa huruf saja, saya sudah coret-coret kertas menuliskan huruf cacing yang saya anggap ada artinya, lalu saya ceritakan kepada Mama saya. Kala itu Mama saya rasanya lucu-lucu saja mendengar imajinasi saya tidak nyambung dengan tulisan saya di kertas. Dan memang setelah beberapa hari jika saya melihat kertas coretan itu lagi, saya sendiri lupa cerita apa di balik tulisan tak bermakna itu hahahaha…
Lalu sejak mengenal mesin ketik apalagi! Papa saja tidak dapat jatah mengetik, karena sejak saya bisa mengetik walaupun hanya sebelas jari, semua kerjaan Papa saya yang ketik. Mengetik sederhana, tapi saya senang saja karena anggap membantu orang tua. Dan juga saya mulai ketik-ketik iseng saja yang ada di pikiran saya. Kebanyakan fiksi, dan setelah saya terjun untuk mengurus Majalah Sekolah waktu SMP dan juga Majalah untuk Gereja, baru saya juga memulai tulisan non fiksi.
Sempat mandek dan vakum beberapa kali saya dalam kegiatan menulis. Walaupun sempat magang waktu liburan kuliah di salah satu media massa lokal, karena saya menguji diri apakah saya memang berniat menjadi jurnalis atau wartawan, tetap tidak membuat saya bersemangat kembali menekuni dunia penulisan. Mungkin kala itu saya lebih berminat untuk terjun sebagai professional atau business woman saja daripada harus menjadi penulis. Saya tetap menulis sekal-sekali tetapi hanya saya simpan untuk diri sendiri, tidak di-publish walaupun ada blog yang sudah merajalela saat itu. Membaca tulisan teman-teman di blog masih tetap tidak menggerakkan saya untuk menulis lebih jauh. Blog saya jadinya hanya kumpulan copy paste artikel yang sebenarnya belum tentu saya baca secara pribadi. Hanya meramaikan kancah blogger saja, walaupun sebenarnya saya malu menampilkan tulisan orang lain secara kapasitas saya sebenarnya bisa posting tulisan sendiri tetapi entah… karena kesibukan dan kemalasan menyebabkan saya tidak ingin terjun lebih dalam.
Mungkin sebenarnya sudah jalan Tuhan yang membimbing saya kembali menekuni penulisan lagi. Tahun 2009 awal ini adalah tahun terberat yang bisa saya katakan sekarang karena dunia usaha sedang meredup. Saya memiliki waktu senggang dan pikiran yang semakin harus ditumpahkan. Tahun 2009 ini juga hubungan saya dengan Tuhan kembali dipulihkan setelah sekian lama hambar walaupun saya tetap berusaha menjalankan perintah-Nya. Sejak itu entah rasanya banyak sekali sukacita yang harus saya ungkapkan. Saya tidak bisa menggambar, untuk berbicara juga medianya tidak luas, untuk menyanyi (saya juga suka menyanyi) juga saya tidak memiliki komunitas khusus untuk menyampaikan luapan hati saya yang bersukahati.
Saya akhirnya dibimbing kembali untuk menulis apa yang ada dalam pikiran saya. Akhirnya saya menyadari kegiatan menulis ini adalah jalan spiritualitas yang cocok untuk saya, di mana saya dapat berdoa bahkan berbicara dengan Tuhan tatkala tangan ada di atas keyboard. Banyak sekali pemahaman dari Tuhan yang diturunkan langsung ke pikiran saya yang tidak pernah saya duga sebelumnya yang menguatkan saya secara personal. Jadi sebagian penulisan non fiksi yang saya uraikan semua adalah apa yang sedang saya alami dan saya terjemahkan dalam bentuk tulisan. Dan itu sangat melegakan, saya seolah-olah kembali ke rumah. Bahkan ada teman penulis yang mengatakan, “Baguslah, kamu sudah bertobat,” hahahaha… Maksudnya kembali ke dunia yang memang seharusnya saya dalami lebih sungguh-sungguh.
Tujuan Blog Hasil Tulisan Saya
Saya tidak punya tujuan khusus. Hanya menyampaikan apa yang ada di relung hati, di pikiran. Kesenangan, kemalasan, kemarahan, mudah-mudahan hanya sampai sana saja, tidak sampai mengusung kebencian dan kegeraman orang.
Tulisan saya semoga saja bisa menjadi berkat bagi yang membaca. Tidak ada niat khusus untuk menyandang predikat PENULIS. Biar semua mengalir dan supaya tidak ada beban untuk lebih menjadi kreatif.
Saya mungkin lebih senang menulis hal-hal yang terjadi sehari-hari, dan juga mengajak manusia untuk berkaca diri dari tulisan. Isi dan cerita pada tulisan saya terkadang sudah dapat ditebak, tetapi makna tulisan itu sendiri terdapat dalam alur dan plot. Mudah-mudahan semua tulisan yang tertera memang bermakna dan bukan hanya sekadar susunan kata-kata.
LAIN-LAIN
Hobi lain : Dengar musik, main musik, bikin musik, nyanyiin musik, nonton film
Alat musik yang dikuasai : Gitar, dasar-dasar nggebuk drum
Kesenangan baru : Masak kalau lagi bete
Lokasi saat ini : Surabaya
Keluarga : Anak tertua, satu adik kandung. Dua saudara tiri.
Cita-cita Aneh : Jadi American Idol hahahaha… (gak mungkin soalnya)
Cita-cita yang bener : Jadi ibu yang baik untuk anakku
Hobi lain : Dengar musik, main musik, bikin musik, nyanyiin musik, nonton film
Alat musik yang dikuasai : Gitar, dasar-dasar nggebuk drum
Kesenangan baru : Masak kalau lagi bete
Lokasi saat ini : Surabaya
Keluarga : Anak tertua, satu adik kandung. Dua saudara tiri.
Cita-cita Aneh : Jadi American Idol hahahaha… (gak mungkin soalnya)
Cita-cita yang bener : Jadi ibu yang baik untuk anakku
Yang unik lagi : Semi left handed people, maksudnya kidal tetapi khusus untuk menulis, makan, dan salaman pakai tangan kanan demi kesopanan dan kemudahan. Jadi olahraga dengan kegiatan lain selain yang disebut di atas pakai tangan kiri, ya termasuk megang gayung buat mandi dan buang air wekekeke...
Yang membingungkan (soalnya emang bingung sendiri) :
• Menang di beberapa lomba Vokal Grup zaman SMA
• Pemenang pertama lomba mengarang Cerpen SMA
• Nyanyi bareng masuk TV daerah !
• Nari sepanjang 10km lebih waktu pawai kesenian waktu SMA (duh…lecet deh kaki tapi ya pas liat fotonya jadi seneng juga)
• Pernah ngisi suara di radio untuk sandiwara radio
• Bikin naskah buat dijadiin sinetron eh sandiwara di gereja
Duh… udah deh ya… Kalau ada lagi yang kepikir ya ntar ditulis lagi aja hehehe…
Terima kasih sudah baca posting yang gak penting ini.
Yang membingungkan (soalnya emang bingung sendiri) :
- Saya ini suka nulis dan kata orang harus suka baca, tapi saya ngerasa kadar baca saya biasa aja dibandingkan mereka yang maniak baca tapi gak pernah nulis.
- Saya ini suka musik, suka nyanyi, tapi saya juga bukan yang ngikutin musik sampai segimananyaaaa gitu dibandingkan mereka yang gak suka nyanyi wekekeke... Dulu sih sampai SMA masih, sejak kuliah entah minatnya jadi berkurang tapi tetap suka nyanyi & musik dengan segala apresiasinya.
- Saya ini bisa dibilang bidang kerja di marketing (yang lain lebih gak cocok lagi soalnya) tapi ya sama juga kadang malas ngikutin perkembangannya
- Kesimpulannya ?? Malas kali ya... tapi gak terima dibilang malas, kalau malas kok bisa nulis dan bisa kerja ??? Bingung kan wekekekeke...
• Menang di beberapa lomba Vokal Grup zaman SMA
• Pemenang pertama lomba mengarang Cerpen SMA
• Nyanyi bareng masuk TV daerah !
• Nari sepanjang 10km lebih waktu pawai kesenian waktu SMA (duh…lecet deh kaki tapi ya pas liat fotonya jadi seneng juga)
• Pernah ngisi suara di radio untuk sandiwara radio
• Bikin naskah buat dijadiin sinetron eh sandiwara di gereja
Duh… udah deh ya… Kalau ada lagi yang kepikir ya ntar ditulis lagi aja hehehe…
Terima kasih sudah baca posting yang gak penting ini.




